Segala
puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad dan
karuniaNya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktikum
Ekologi Perairan dengan judul PLANKTON tepat pada waktu nya. Penyusunan laporan
ini dimaksudkan sebagai tugas dan pertanggung jawaban terhadap Dosen dan
Asisten Dosen mata kuliah Ekologi Perairan atas pelaksanaan praktikum yang
telah dilakukan sebelumnya, selain itu juga sebagai wujud pembelajaran dan
menambah pengetahuan tentang yang berkaitan dengan Ekologi Perairan. Sebagai
tahap pembelajaran dalam penyusunan laporan ini mungkin ada terdapat
kekurangan, oleh karena itu semua bentuk kritik dan saran sangat saya harapkan,
semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Pekanbaru,
3 April 2013
Rinaldi
DAFTAR
ISI
Isi Halaman
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
DAFTAR TABEL.................................................................................................... iii
LAMPIRAN.............................................................................................................. iv
I.
PENDAHULUAN............................................................................................... 1
1.
1.
Latar Belakang............................................................................................. 1
2. 2.
Tinjauan Dan Manfaat.................................................................................. 1
II. TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................... 2
III. BAHAN DAN METODE...................................................................... ............ 3
3. 1. Waktu Dan
Tempat.......................................................................... ............ 3
3. 2. Bahan Dan
Alat................................................................................ ............ 3
3. 3. Metode
Praktikum............................................................................ ............ 3
3.
4. Prosedur praktikum....................................................................................... 3
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................. ............ 5
4. 1. Hasil................................................................................................. ............ 5
4.
2. Pembahasan...................................................................................... ............ 7
V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................................. ............ 9
5. 1. Kesimpulan....................................................................................... ............ 9
5.
2. Saran................................................................................................. ............ 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Tabel Halaman
1.
menentukan nilai kelimpahan Plankton.................................................... 5
2. keanekaragaman
jenis............................................................................... 5
3. indeks
dominasi jenis (C’)........................................................................ 6
4.
indeks keseragaman jenis organism
plankton........................................... 6
5.
Pembagian Plankton Berdasarkan
Ukurannya......................................... 8
I. 
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Air
merupakan sumber kehidupan terbesar di dunia karena tanpa ada air mahluk hidup
baik itu manusia, hewan, dan tumbuhan tidak akan bisa hidup, bahkan di dalam
air terdapan produsen utama sebagai sumber kehidupan yakni Plankton. Untuk
menjaga kondisi oganisme tersebut maka kondisi perairan perlu dijaga keadaannya
agar organisme perairan konsumennya mendapat makanan dengan baik.
1.2.
Tujuan
Dan Manfaat
Adapun
tujuan dilakukan Praktikum Ekologi Perairan ini untuk mengetahui jenis Plankton
di perairan waduk dan untuk mengetahui kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman
dan dominasi Plankton.
1.3.
Manfaat
Mengerti
cara pengukuran dan jumlah kelimpahan Plankton yang baik yang mana sebelumnya
hanya sebagian yang baru pernah dilaksanakan dan bisa mengembangkan dalam
kegiatan selanjutnya.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Menurut Sachlan (1980) plankron adalah jasad – jasad
renik yang melayang–layang di air, yang pergerakannya selalu mengikuti arus.
Plankton ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu fitoplankton dan
zooplankton.
Siagaan
(2001) menjelaskan bahwa Phytoplankton merupakaan tumbuhan air yang sangat
kecil yang terdiri dari beberapa kelas yang sangat tergantung pada cahaya
matahari terdapat pada permukaan air sampai kedalaman penetrasi cahaya
matahari. Dan Phytoplankton ini merupakan produsen utama, zat-zat organik yang
komplek dari bahan-bahan organik dan dari bahan anorganik yang sederhana
melalui proses fotosintesis.
Odum (1993) Phytoplankton merupakan makanan bagi
zooplankton dan hewan lainnya, sehinga dalam rantai makanan yang paling pokok
tersedia secara alami. Phytoplankton memanfaatkan garam – garam organic,
kabondioksida, air dan cahaya matahari untuk memproduksi makanannya, kemudian
zooplankton atau hewan – hewan lainnya memakan phytoplankton, sehingga dalam
rantai makanan phytoplankton merupakan makanan yang paling pokok tersedia
secara alami.
Arinardi (1976) zooplankton berperan sebagai konsumen
primer merupakan penghubung rantai makanan antara phytoplankton dan konsumen
lainnya. Atau dapat dikatakan phytoplankton merupakan makanan sebagian besar
organisme akuatik seperti ikan, udang, moluska dan sebagainya. Kelimpahan dan
produktifitas plankton sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan.
Kondisi lingkungan yang baik akan mendukung kelimpahan dan produktifitas primer
plankton.
III.

BAHAN
DAN METODE
3.1.
Waktu
dan Tempat
Praktikum
Ekologi Perairan dilakukan pada tanggal 28 Maret 2013, jam 13.10-15.10 WIB di
Laboratorium Ekologi Perairan Jurusan, Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan
Universitas Riau Pekanbaru.
3.2.
Bahan
dan Alat
Adapun
peralatan yang digunakan dalam Praktikum ini yaitu paralon, ember, planktonet,
cawan petri disc dan bahan berupa sampel plankton yang diambil dari waduk.
Dapat di lihat pada lampiran 1.
3.3.
Metode
Praktikum
Praktikum
dilakukan pengamatan secara langsung di lapangan tempat pengambilan sampel dan
di laboratorium.
3.4.
Prosedur
Adapun prosedur untuk praktikum plankton adalah :
1. Rangkailah mulut plankton net ( yang berbentuk kerucut )
dengan silinder penampung air sampel.
2. Pasangkan penyumbat pada silinder penampung.
3. Air dapat disaring melalui mulut plankton net, volume air
yang akan disaring diambil dengan ember sebanyak lima ember.
4. Dengan membuka penyumbat silinder tampunglah penampung
silinder tampunglah sampel plankton kedalam botol kecil.
5. Amati air yang di botol tad dengan mikroskop, kemudian
gambarkan plankton yang terlihat dan identifikasi.
IV.

HASIL
DAN PEMBAHASAN

4.1.
Hasil
Praktikum
4.1.1.
Analisis
parameter BIO-INDIKATOR Plankton
Adapun
data hasil analisis plankton di waduk FAPERIKA UNRI yang diperoleh dari
kegiatan praktikum yaitu seperti pada table 1. di bawah ini:
Table
1. menentukan nilai kelimpahan Plankton
|
No
|
Jenis yang ditemukan
|
Jumlah ditemukan
(individu)
|
Nilai kelimpahan ind/L
|
|
1
|
Demidracae
|
9
|
450
|
|
2
|
Asterionella
Formosa
|
3
|
150
|
|
3
|
Raphydium
polymorpum
|
10
|
500
|
|
4
|
Ancistrodermus
Sp
|
2
|
100
|
|
Total
|
24
|
1.200
|
|
Sumber: Data primer waduk FAPERIKA
UNRI 2013
Table
2. keanekaragaman jenis
|
No
|
Nama jenis
|
Kelimpahan (ni)
|
Pi=ni/N
|
Log pi
|
Log 2pi
|
Pi log2 pi
|
|
1
|
Demidracae
|
450
|
0,375
|
- 0,426
|
-1,411
|
-0,529
|
|
2
|
Asterionella
Sp
|
150
|
0,125
|
-0,903
|
-2,999
|
-0,374
|
|
3
|
Raphydium
Sp
|
500
|
0,417
|
-0,379
|
-1,259
|
-0,525
|
|
4
|
Ancistrodermus
|
100
|
0,083
|
-1,080
|
-3,587
|
-0,297
|
|
Total
|
N= 1.200
|
|
|
|
H= -1725
|
|
Nilai
indeks (H’)= 1,725
Table
3. indeks dominasi jenis (C’)
|
No
|
Nama jenis
|
Kelimpahan (ni)
|
(ni/N)=pi
|
(ni/N)2=pi2
|
|
1
|
Demidracae
|
450
|
0,
375
|
0,140
|
|
2
|
Asterionella
Sp
|
150
|
0,
125
|
0,015
|
|
3
|
Raphydium
Sp
|
500
|
0,
417
|
0,173
|
|
4
|
Ancistrodermus
|
100
|
0,
083
|
0,06
|
|
Total
|
N= 1.200
|
1
|
0,334
|
|
Maka
nilai indeks C’= 0, 334
Table
4. indeks keseragaman jenis organism plankton
|
No
|
Nama jenis
|
|
1
|
Demidracae
|
|
2
|
Asterionella Sp
|
|
3
|
Raphydium Sp
|
|
4
|
Ancistrodermus
|
|
Total
|
4 jenis
|
Menggunakan
rumus :
H’ maks Log2 s
Nilai H’= 1,725
Nilai s = 4,
maka log s = 0, 602
Maka nilai
indeks keseragaman jenis (E) = 1,725⁄1,99 = 0,862
4.2.
Pembahasan
Untuk
mencari kelimpahan plankton dengan metode sapuan menurut APHA,AWWA,WEF adalah
N=Z.X/Y.1/V dan indeks keanekaragaman jenis berarti sebaran individu
sedang,keanekaragaman sedang tidak terlalu tercemar. Pada indeks dominasi 0,3
nilai tersebut mendekati mendekati satu dimana ada jenis yang dominan muncul di
perairan sedangkan hasil pengamatan pada indeks jenis organisme menurut Pilou
dalam dalam krebs keanekaragamannya rendan dengan ukuran tidak merata bererti
lingkungan perairan mengalami gangguan.
Dalam
sampling phythoplankton terbaik dilakukan pada sore hari antaa pukul 13.00 dan
15.00 WIB. Sedang kan untuk sampling zooplankton dilakkan pada malam hari
beberapa jam setelah peledakan populasi phytoplankton.
Margalef
dan Dussart dalam IPB (1992) membuat
penggolongan klasifikasi plankton atas berdasarkan ukurannya, diantaranya
yaitu:
Table
5. Pembagian Plankton Berdasarkan Ukurannya.
|
Klasifikasi
|
Margalef (plankton air tawar)
|
Dussart (plankton air laut)
|
|
Ultraplankton
|
<5 u
|
-
|
|
Ultrananoplankton
|
-
|
<2 u
|
|
Nanoplankton
|
5-50 u
|
2-20 u
|
|
Mikroplankton
|
50-500u
|
20-200 u
|
|
Mesoplankton
|
500-1000 u
|
200-2000 u
|
|
Makroplankton
|
>1000 u
|
-
|
|
Megaloplankton
|
-
|
>2000 u
|
Plankton
mempunyai masa aktif yang mirip dengan organisme tingkat tinggi dimana untuk
phytholankton akan terdapat dalam jumlah besar pada siang hari dan zooplankton
pada malam hari.
Dalam
pengambilan contoh plankton dapat dilakukan dengan 3 cara, yang pada umumnya
dilakukan dengan teknik: menggunakan botol (water
sampler), pompa dan jaring.
V.

KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1.
Kesimpulan
Penyebaran
individu plankton di waduk tidak merata sehingga keseragamannya rendah, dan
hasil nilai indeks domidasi mendekati satu bearti ada jenis plankton lain yang
mendominasi di perairan waduk ini, keseragaman organisme nya pun tidak terjadi
persaingan yang bearti.,
Penyebaran
individu Benthos sedang , keseragamannya sedang, organism benthos dalam keadaan
seimbang bearti tidak terjadi persaingan dalam persaingan.
5.2.
Saran
Sebaiknya
dalam menganalisis kelimpahan Plankton ini menggunakan waktu yang agak lama
agar dapat diamati dan di analisis satu per satu dengan baik dan tidak hanya
sebagian orang saja yang dapat melihat atau mengamati secara langsung terhadap
organisme tersebut.